Konversi bilangan adalah proses mengubah satu jenis sistem bilangan ke sistem lainnya. Dalam dunia komputer dan matematika, hal ini sering dilakukan karena setiap sistem memiliki fungsi dan kegunaannya masing-masing. Misalnya, manusia lebih sering menggunakan sistem desimal (basis 10), sedangkan komputer bekerja dengan sistem biner (basis 2). Oleh karena itu, memahami cara konversi antar bilangan menjadi hal yang penting, terutama bagi mereka yang belajar pemrograman atau teknik komputer.
Setiap sistem bilangan memiliki dasar atau base yang berbeda. Sistem biner menggunakan dua simbol, yaitu 0 dan 1, sementara sistem oktal memakai angka 0 sampai 7, dan heksadesimal menggunakan angka 0 sampai 9 serta huruf A sampai F. Ketika kita ingin mengubah bilangan dari satu sistem ke sistem lain, kita harus mengikuti langkah-langkah tertentu. Misalnya, untuk mengubah dari desimal ke biner, kita bisa membagi bilangan dengan 2 secara berulang, lalu mencatat sisa hasil bagi.
Salah satu contoh sederhana adalah mengonversi angka 25 dari desimal ke biner. Caranya, 25 dibagi 2 menghasilkan sisa 1, kemudian hasil bagi 12 dibagi 2 lagi dan seterusnya hingga hasil baginya 0. Jika sisa-sisa tersebut dibaca dari belakang ke depan, maka didapatkan 11001 sebagai hasil konversinya. Proses ini terlihat sederhana, namun bisa membingungkan kalau belum terbiasa. Itulah sebabnya latihan menjadi kunci agar bisa cepat memahami pola konversi.
Konversi juga bisa dilakukan ke sistem lain, misalnya dari biner ke heksadesimal. Caranya sedikit berbeda, karena kita bisa mengelompokkan empat digit biner menjadi satu digit heksadesimal. Misalnya, 1101 dalam biner sama dengan D dalam heksadesimal. Dengan cara seperti ini, angka yang panjang dalam biner bisa ditulis lebih ringkas dan mudah dibaca, terutama dalam konteks pemrograman atau penyimpanan data digital.
Secara keseluruhan, konversi bilangan tidak hanya sekadar hitung-hitungan, tapi juga bagian penting dari logika komputer dan sistem digital. Saat seseorang memahami konversi antar bilangan, ia sebenarnya sedang mempelajari bagaimana data diproses di dalam mesin. Walaupun tampak rumit di awal, dengan memahami konsep dasar dan sering berlatih, siapa pun bisa menguasainya tanpa harus bergantung pada alat bantu seperti kalkulator atau aplikasi konversi otomatis.