Kamis, 27 November 2025

Recount text

Experience Serving in the Church


Orientation

Hello friends, do you know what Saint Mary Ways is? For those who haven't heard of it, Saint Mary Ways (SMW) is a special program at SMP Santa Maria Bandung. This program is designed to help us as students fulfill our co-curricular requirements while simultaneously practicing the values ​​taught by Mother Mary in our daily lives. Through this activity, we are encouraged to learn not only through theory in the classroom but also through direct experience in the field. This is expected to foster students' sense of caring, empathy, and a willingness to serve others.

In this SMW program, all ninth-grade students are divided into groups and placed in various service locations. Some are placed at the Nazareyt Nursing Home, an orphanage, serving as altar servers, daycare, and even teaching in Sunday school. These groups are divided based on the church they attend, their area of ​​residence, and the type of activity they will be involved in. The size of each group also varies. Some groups are very large, with up to 21 members, others are medium-sized, with 3 or 4 members, and some even consist of just 1 or 2 members.
On Sunday, September 14th, I was given the opportunity to serve in Kamuning Church during the Mass. That day, I was assigned to carry the processional cross, a responsibility that made me feel grateful and proud. A few days later, on Wednesday, September 17th, I served again in the Daily Mass. Although the tasks were simple, they held deep meaning for me. My final service during that period took place on Wednesday, November 1st, also in the Daily Mass. All three occasions became valuable moments that helped me grow in my faith.




Events

During every Mass I served, I noticed the warm smiles of the people who attended, reflecting sincerity and devotion. I listened to the choir singing beautifully, creating an atmosphere that felt peaceful and full of gratitude. In my heart, I felt a sense of warmth and serenity as I served as an acolyte.
On Sunday Mass, I carried the cross during the entrance procession and helped prepare the second offering. On the Daily Masses, I was assigned to bring the first and second offerings. Even though the tasks seemed small, they had important liturgical roles, and I tried to perform each one with care and responsibility.
Through this experience, I learned the values of Mary—especially service and faithfulness. Serving at the altar helped me understand what it means to give my time, energy, and heart to God, just as Mary did with humility and love. I also felt God’s presence in many ways: through the peace in my heart, the smiles of the congregation, and the choir’s uplifting songs that made the Mass feel sacred and alive.


Reorientation

From this journey, I discovered that I am capable of offering meaningful service to the Church. I learned to be more disciplined, responsible, and willing to take part in the liturgy. Serving God brought me a unique joy that strengthened my faith. After these experiences, I want to continue serving in my daily life by joining more church activities, such as the choir, altar server ministry, or youth group. Through serving, I feel closer to God and continue to grow as a person. 

Selasa, 18 November 2025

SMW ( Saint Mary Way)



Pengalaman Iman yang Menguatkan


1. Bagian SEE


Pada hari Minggu, 14 September, saya mendapatkan kesempatan untuk melayani dalam Misa Hari Raya di Gereja Kamuning. Hari itu menjadi salah satu momen yang sangat berkesan bagi saya, karena saya dipercaya untuk menjadi pemegang salib dalam perarakan masuk. Tugas ini bukan sekadar membawa salib, tetapi juga menjadi tanda bahwa saya turut mengambil bagian dalam liturgi yang kudus. Saat berdiri di depan, memimpin barisan misdinar dan imam, saya merasakan rasa bangga yang sulit dijelaskan, seolah Tuhan mempercayakan kepada saya sebuah tugas kecil namun penuh makna. Perasaan haru dan sukacita itu menyertai saya hingga Misa selesai.


Beberapa hari kemudian, tepatnya pada Rabu, 17 September, saya kembali mendapat tugas dalam Misa Harian. Pelayanan kali ini lebih sederhana dibandingkan Misa Hari Raya, namun justru dalam kesederhanaan itulah saya menemukan makna mendalam. Tidak ada keramaian umat seperti hari Minggu, tetapi keheningan Misa Harian membawa suasana doa yang lebih pribadi. Saya bertugas membawa persembahan pertama dan kedua, sebuah tugas kecil namun tetap penting dalam rangkaian liturgi. Di saat-saat seperti ini, saya belajar bahwa pelayanan tidak harus selalu besar dan mencolok. Bahkan tindakan kecil sekalipun dapat menjadi persembahan yang indah kepada Tuhan.


Tugas terakhir pada periode itu saya jalankan pada Rabu, 1 November, juga dalam Misa Harian. Misa ini menjadi penutup rangkaian pelayanan saya selama beberapa minggu. Meski hanya bertugas beberapa kali, setiap kesempatan memberikan pengalaman berharga bagi perkembangan iman saya. Ketiga Misa tersebut membuat saya semakin memahami pentingnya peran seorang misdinar dalam liturgi Gereja.


Dalam setiap pelayanan yang saya jalani, saya selalu memperhatikan suasana di gereja. Saya melihat umat datang dengan senyum hangat, penuh kesederhanaan dan ketulusan. Saya mendengar paduan suara menyanyikan lagu-lagu pujian dengan merdu, menciptakan suasana khidmat yang membantu umat masuk dalam doa. Semua pemandangan dan suara itu membuat hati saya merasa damai. Ada kehangatan yang sulit dijelaskan, seolah Tuhan hadir di tengah-tengah kami melalui setiap nyanyian, setiap doa, dan setiap gerakan kecil liturgi yang kami lakukan bersama.


Saat memegang salib dalam prosesi, saya selalu berusaha menjaga langkah agar rapi dan penuh hormat. Dalam persembahan, saya memastikan setiap benda liturgi dibawa dengan benar sesuai tata cara yang berlaku. Meski terlihat sederhana, saya belajar bahwa setiap detail dalam liturgi memiliki makna yang dalam. Karena itu, saya berusaha untuk melayani dengan sungguh-sungguh, penuh tanggung jawab, dan tanpa tergesa-gesa. Pelayanan yang baik bukan hanya soal melakukan tugas, tetapi juga soal kesiapan hati.


2. Bagian JUDGE


 Dalam kegiatan Saint Mary Way, saya menemukan dua nilai utama dari Bunda Maria yang sangat menginspirasi, yaitu melayani dan setia. Bunda Maria menunjukkan kesetiaan total kepada Tuhan sejak awal hidupnya. Melalui pelayanan saya sebagai misdinar, saya mencoba meneladani sikap itu. Dengan melayani di altar, saya belajar memberikan waktu, tenaga, dan hati kepada Tuhan, sama seperti Bunda Maria yang selalu siap melayani dengan cinta dan kerendahan hati. Nilai kesetiaan juga saya rasakan ketika menjalankan tugas-tugas saya secara konsisten meski kadang ada rasa lelah atau kesulitan.

Di setiap pelayanan, saya merasakan kehadiran Allah dalam beberapa cara. Pertama, dalam diri saya sendiri. Ada kedamaian yang muncul begitu saja saat saya melayani, seolah Tuhan sedang meneguhkan langkah saya. Kedua, melalui senyum umat. Senyum kecil yang tampak sederhana itu membuat saya merasa bahwa Tuhan hadir melalui kebersamaan kami sebagai umat-Nya. Ketiga, melalui nyanyian paduan suara yang merdu. Suara mereka menjadikan suasana Misa lebih hidup, sakral, dan penuh sukacita.

Melalui semua ini, saya belajar bahwa saya ternyata mampu memberikan pelayanan yang berarti bagi Gereja. Saya belajar lebih disiplin, bertanggung jawab, dan berani mengambil bagian dalam liturgi. Pelayanan kepada Tuhan membawa sukacita tersendiri. 



3. Bagian ACT


Melalui semua ini, saya belajar bahwa saya ternyata mampu memberikan pelayanan yang berarti bagi Gereja. Saya belajar lebih disiplin, bertanggung jawab, dan berani mengambil bagian dalam liturgi. Pelayanan kepada Tuhan membawa sukacita tersendiri  yang tidak bisa dibandingkan dengan hal lain. Setelah melalui pengalaman ini, saya bertekad untuk terus melayani Tuhan dalam hal kecil maupun besar. Saya ingin mengikuti lebih banyak kegiatan Gereja seperti paduan suara, misdinar, dan OMK. Melalui pelayanan, saya merasa semakin dekat dengan Tuhan dan berkembang sebagai pribadi. Saya percaya bahwa setiap tindakan kecil dalam pelayanan dapat menjadi sarana Tuhan untuk membentuk hati saya. 

Selasa, 11 November 2025

Cara persiapan ulangan

Halo semuanya aku Arya jika kalian belum mengenal saya kalian bisa klik 

linkhttps://www.blogger.com/u/1/blog/post/edit/1850444502960940330/122636983863409792

 ini Ulangan merupakan salah satu cara untuk mengukur sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Oleh karena itu, persiapan yang matang sangat diperlukan agar hasil yang diperoleh memuaskan. Tanpa persiapan, siswa bisa mengalami kesulitan dalam menjawab soal dan merasa cemas saat menghadapi ulangan. Dengan perencanaan yang baik, belajar menjadi lebih terarah dan tidak terburu-buru.

Langkah pertama dalam mempersiapkan ulangan adalah mengatur jadwal belajar. Siswa sebaiknya membuat jadwal yang seimbang antara waktu belajar, istirahat, dan kegiatan lainnya. Dengan jadwal yang teratur, semua mata pelajaran bisa dipelajari secara bergantian tanpa ada yang terlewat. Selain itu, belajar dalam waktu yang singkat tetapi rutin setiap hari lebih efektif daripada belajar semalam suntuk sebelum ulangan.


Selain membuat jadwal, memahami kembali materi yang telah diajarkan juga sangat penting. Siswa dapat membaca ulang catatan, membuka buku pelajaran, atau berdiskusi dengan teman tentang materi yang belum dipahami. Mengulang pelajaran membantu otak mengingat lebih lama dan membuat siswa lebih siap menghadapi berbagai jenis soal. Jika ada bagian yang sulit, jangan ragu untuk bertanya kepada guru.


Latihan soal juga menjadi bagian penting dalam persiapan ulangan. Dengan mengerjakan soal-soal latihan, siswa dapat mengukur kemampuan mereka dan mengetahui bagian mana yang masih lemah. Selain itu, latihan soal membantu siswa terbiasa dengan bentuk pertanyaan yang mungkin muncul dalam ulangan nanti. Semakin sering berlatih, semakin besar pula rasa percaya diri yang dimiliki saat ujian berlangsung.

Terakhir, menjaga kesehatan fisik dan mental juga tidak boleh diabaikan. Tidur yang cukup, makan makanan bergizi, dan berolahraga ringan dapat membantu tubuh tetap bugar dan pikiran tetap fokus. Hindari belajar terlalu larut malam karena dapat mengganggu konsentrasi keesokan harinya. Dengan persiapan yang baik dan sikap tenang, ulangan dapat dijalani dengan lebih percaya diri dan hasilnya pun akan maksimal.

Rabu, 22 Oktober 2025

Konversi bilangan

 

Konversi bilangan adalah proses mengubah satu jenis sistem bilangan ke sistem lainnya. Dalam dunia komputer dan matematika, hal ini sering dilakukan karena setiap sistem memiliki fungsi dan kegunaannya masing-masing. Misalnya, manusia lebih sering menggunakan sistem desimal (basis 10), sedangkan komputer bekerja dengan sistem biner (basis 2). Oleh karena itu, memahami cara konversi antar bilangan menjadi hal yang penting, terutama bagi mereka yang belajar pemrograman atau teknik komputer.


Setiap sistem bilangan memiliki dasar atau base yang berbeda. Sistem biner menggunakan dua simbol, yaitu 0 dan 1, sementara sistem oktal memakai angka 0 sampai 7, dan heksadesimal menggunakan angka 0 sampai 9 serta huruf A sampai F. Ketika kita ingin mengubah bilangan dari satu sistem ke sistem lain, kita harus mengikuti langkah-langkah tertentu. Misalnya, untuk mengubah dari desimal ke biner, kita bisa membagi bilangan dengan 2 secara berulang, lalu mencatat sisa hasil bagi.


Salah satu contoh sederhana adalah mengonversi angka 25 dari desimal ke biner. Caranya, 25 dibagi 2 menghasilkan sisa 1, kemudian hasil bagi 12 dibagi 2 lagi dan seterusnya hingga hasil baginya 0. Jika sisa-sisa tersebut dibaca dari belakang ke depan, maka didapatkan 11001 sebagai hasil konversinya. Proses ini terlihat sederhana, namun bisa membingungkan kalau belum terbiasa. Itulah sebabnya latihan menjadi kunci agar bisa cepat memahami pola konversi.


Konversi juga bisa dilakukan ke sistem lain, misalnya dari biner ke heksadesimal. Caranya sedikit berbeda, karena kita bisa mengelompokkan empat digit biner menjadi satu digit heksadesimal. Misalnya, 1101 dalam biner sama dengan D dalam heksadesimal. Dengan cara seperti ini, angka yang panjang dalam biner bisa ditulis lebih ringkas dan mudah dibaca, terutama dalam konteks pemrograman atau penyimpanan data digital.


Secara keseluruhan, konversi bilangan tidak hanya sekadar hitung-hitungan, tapi juga bagian penting dari logika komputer dan sistem digital. Saat seseorang memahami konversi antar bilangan, ia sebenarnya sedang mempelajari bagaimana data diproses di dalam mesin. Walaupun tampak rumit di awal, dengan memahami konsep dasar dan sering berlatih, siapa pun bisa menguasainya tanpa harus bergantung pada alat bantu seperti kalkulator atau aplikasi konversi otomatis.


Selasa, 14 Oktober 2025

Sistem komputer dan konversi bilangan



Sistem Komputer dan Konversi Bilangan


Sistem komputer adalah gabungan antara perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan pengguna (brainware) yang bekerja sama untuk mengolah data menjadi informasi. Komputer digunakan untuk membantu manusia dalam berbagai kegiatan seperti belajar, bekerja, dan berkomunikasi. Agar komputer bisa bekerja dengan baik, setiap bagiannya memiliki fungsi yang saling berkaitan.


Komponen utama dalam sistem komputer terdiri dari perangkat masukan, perangkat proses, perangkat keluaran, dan penyimpanan. Perangkat masukan seperti keyboard dan mouse berfungsi untuk memasukkan data. Data tersebut kemudian diproses oleh prosesor dan hasilnya ditampilkan melalui perangkat keluaran seperti monitor atau printer. Semua proses ini berjalan dengan cepat dan akurat berkat sistem komputer yang teratur.


Dalam dunia komputer, semua data diolah menggunakan sistem bilangan biner. Sistem bilangan biner hanya menggunakan dua angka, yaitu 0 dan 1. Angka 0 dan 1 ini mewakili sinyal mati dan hidup yang dimengerti oleh mesin komputer. Karena manusia lebih sering menggunakan sistem desimal (0–9), maka diperlukan konversi bilangan agar data dapat dibaca oleh komputer.


Konversi bilangan adalah proses mengubah satu jenis sistem bilangan ke sistem bilangan lain, misalnya dari desimal ke biner, oktal, atau heksadesimal. Konversi ini penting karena komputer bekerja dengan bilangan biner, sedangkan manusia lebih mudah memahami bilangan desimal. Dengan memahami cara konversi bilangan, seseorang bisa lebih mengerti bagaimana komputer mengolah data di dalamnya.


Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa sistem komputer dan konversi bilangan memiliki hubungan yang sangat penting. Tanpa sistem bilangan biner dan proses konversinya, komputer tidak akan dapat menjalankan perintah dengan benar. Oleh karena itu, memahami sistem komputer dan konversi bilangan merupakan langkah awal untuk mengenal dunia teknologi dan pemrograman.






Outing


Hari outing ke Batik Komar dan Komunitas Hong adalah pengalaman yang sangat menyenangkan bagi saya. Sejak pagi, saya sudah merasa bersemangat untuk berangkat bersama teman-teman. Kami naik bus dengan penuh keceriaan, saling bercanda dan bernyanyi sepanjang perjalanan. Saya membayangkan betapa serunya nanti bisa belajar membuat batik dan mengenal budaya Sunda secara langsung.


Ketika tiba di Batik Komar, saya merasa kagum melihat berbagai motif batik yang indah dan unik. Di sana, kami dijelaskan tentang proses pembuatan batik dari mulai mencanting hingga pewarnaan. Saya merasa bangga karena bisa mencoba membatik sendiri, meskipun hasilnya belum terlalu rapi. Kegiatan itu membuat saya lebih menghargai kesabaran dan ketelitian para pengrajin batik.

Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan ke Komunitas Hong. Di sana, suasananya terasa berbeda namun tetap menyenangkan. Saya melihat berbagai permainan tradisional yang menarik, seperti egrang, congklak, dan bakiak. Saya merasa senang bisa mencoba permainan yang jarang saya mainkan di rumah. 


Selain bermain, kami juga diajak belajar tentang nilai-nilai budaya dan kerja sama dalam masyarakat. Saya merasa bangga karena bisa mengenal warisan budaya Indonesia secara langsung. Para pemandu menjelaskan dengan sabar, dan suasana di sana terasa hangat serta penuh keceriaan. Saya benar-benar menikmati setiap kegiatan yang dilakukan hari itu.



Saat perjalanan pulang, saya merasa sedikit lelah, tetapi hati saya sangat gembira. Outing ke Batik Komar dan Komunitas Hong memberikan pengalaman yang berharga bagi saya. Saya belajar bahwa budaya Indonesia sangat kaya dan perlu dijaga. Kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan pelajaran berharga tentang kebersamaan, kreativitas, dan cinta terhadap budaya sendiri. 


Rabu, 24 September 2025

sekolah

 

Aku sekarang bersekolah di SMP Santa Maria. Awalnya sih deg-degan banget masuk ke sekolah baru, tapi ternyata suasananya seru dan nggak bikin kaku. Gurunya baik-baik, cara ngajarnya juga enak jadi gampang dimengerti. Kadang ada aja momen lucu di kelas bareng temen-temen yang bikin sekolah jadi nggak ngebosenin.

Di sini fasilitasnya juga oke banget. Kelasnya nyaman, terus ada perpustakaan, lab, sama lapangan olahraga yang sering dipakai buat main basket atau futsal. Pokoknya kalau lagi suntuk belajar, ada aja kegiatan lain yang bikin refreshing. Sekolah juga sering ngadain acara seru yang bikin makin betah.

Yang paling aku suka itu ekskulnya. Ada macem-macem, mulai dari olahraga, seni, sampe pramuka. Aku ikut salah satu ekskul, dan dari situ aku dapet banyak temen baru. Rasanya tuh kayak nambah keluarga, soalnya kita sering latihan bareng, ketawa bareng, bahkan capek bareng.




Sekolah di SMP Santa Maria buat aku tuh nggak cuma soal nilai, tapi juga pengalaman seru sama temen-temen. Dari sini aku belajar buat lebih disiplin, tanggung jawab, dan juga bisa kerja sama. Rasanya bangga banget bisa jadi bagian dari sekolah ini, dan semoga kenangan di sini bakal terus aku inget sampai nanti.













hobi

 














Halo semuanya sekarang saya akan membahas tentang hobi. Jika kalian ingin mengenal saya lebih dalam kalian bisa lihat artikel ini https://artikelaryasatya.blogspot.com/2025/09/siapakah-aku.html Kalau kalian ingin mengunjungi artikel teman saya kalian bisa lihat artikel inivincentarticles.blogspot.com . Sekarang saya akan mulai ya pembahasannya. Hobi adalah kegiatan rekreasi yang dilakukan pada waktu luang

untuk menenangkan pikiran seseorang. Ada berbagai macam hobi yang di sekitar kita seperti futsal, basket, menggambar, dan lain lain. 



Aku punya dua hobi yang lumayan bikin hari-hariku jadi seru, yaitu main futsal sama main game Free Fire. Kalau main futsal, rasanya bener-bener bikin badan segar. Aku bisa lari-lari di lapangan, nendang bola, dan kerja sama sama temen satu tim. Apalagi kalau berhasil bikin gol, rasanya puas banget, kayak semua capek hilang. Kalau lagi nggak ada jadwal futsal, biasanya aku main Free Fire alias FF.


 Game ini seru banget soalnya aku bisa mabar sama temen-temen. Kadang ketawa bareng, kadang juga panik bareng pas udah masuk zona akhir. Sensasi deg-degan pas tinggal sedikit musuh tersisa itu bikin nagih banget.



Dua hobi ini menurutku saling melengkapi. Futsal bikin aku lebih aktif, sehat, dan punya semangat olahraga. Sedangkan FF bikin aku belajar strategi, fokus, dan juga kerja sama, walau cuma lewat layar HP. Jadi rasanya seimbang, ada aktivitas fisik di lapangan sama hiburan digital buat isi waktu santai.


Tapi aku juga nggak lupa buat atur waktu. Biasanya aku baru main futsal atau FF kalau tugas sekolah udah beres. Jadi aku bisa tetap enjoy hobi tanpa ninggalin kewajiban. Menurutku, main itu penting buat refreshing, tapi belajar tetap nomor satu.


































Teknologi

 

 Halo semuanya saya Arya disini saya akan membahs tentang apa itu Teknologi? Bagi yang ingin melihat artikel ku lebih dalam kalian bisa mengunjungi artikek ini https://artikelaryasatya.blogspot.com/2025/09/siapakah-aku.html

 

  Teknologi adalah segala sesuatu yang diciptakan manusia untuk mempermudah pekerjaan. Dulu teknologi bentuknya masih sederhana, seperti alat berburu dari batu atau roda untuk mengangkut barang. Sekarang, teknologi berkembang sangat cepat dan menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.




Perkembangan teknologi terjadi karena manusia selalu menemukan hal baru. Contohnya saat revolusi industri, muncul mesin-mesin yang bisa menggantikan tenaga manusia. Setelah itu ada komputer, internet, hingga teknologi modern seperti robot dan kecerdasan buatan yang semakin canggih.






Di era modern sekarang, teknologi sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan. Hampir semua aktivitas manusia melibatkan teknologi, misalnya dalam bidang komunikasi dengan adanya internet dan media sosial, transportasi dengan kendaraan modern, hingga pendidikan dengan penggunaan laptop atau proyektor di sekolah. Peran teknologi membuat kehidupan terasa lebih cepat dan mudah.



Namun, di balik banyaknya manfaat, teknologi juga membawa dampak negatif jika tidak digunakan dengan bijak. Contohnya, terlalu sering menggunakan gawai bisa membuat seseorang kecanduan dan kurang berinteraksi secara langsung dengan orang lain. Selain itu, penyalahgunaan teknologi juga bisa menyebabkan masalah, seperti penyebaran informasi palsu atau cyberbullying.


Kesimpulan : Penting bagi kita untuk menggunakan teknologi secara seimbang. Teknologi seharusnya menjadi alat bantu, bukan membuat kita bergantung sepenuhnya. Dengan memanfaatkan teknologi dengan baik, manusia bisa terus maju tanpa kehilangan nilai-nilai sosial yang ada. Nah itu informasi yang saya bisa saya sampaikan tentang teknologi. Kalian sekarang bisa mengunjungi artikel teman saya https://vincentarticles.blogspot.com . 

Pemanfaatan Teknologi


 Penggunaan teknologi sangat bermanfaat untuk dipakai saat kehidupan sehari hari. Karena pemanfaatan treknologi sangat berguna dalam kehidupan sehari hari. Mulai dari aktivitas belajar,transportasi, dan hiburan. Pemanfaatan teknologi sekarang juga sudah banyak digunakan dari kalangan anak anak hingga orang dewasa.


 Dampak positif pemanfaatan teknologi banyak kita temukan pada kegiatan kita sehari hari tanpa kita sadari. Pada saat kita berkomunikasi, sering kali kita menggunakan handpone untuk memudahkan kita. Selain itu pada saat kita ingin memesan makanan tapi kita malas keluar, kita bisa menggunakan aplikasi online untuk memesannya. Dengan  hal itu memanfaatkan teknologi dapat membantu kegiatan sehari hari kita.



Dalam bidang pendidikan, tekonlogi memberikan banyak manfaat dalam kehidupan sehari hari. Misalnya siswa dapat mencari informasi atau menonton video pembelajaran melalui internet. Selain itu guru juga bisa memanfaatkan teknologi. Contohnya dengan menyampaikan informasi menarik melalui presentasi.



Adapun dampak negatif dari pemanfaatan teknologi. Contohnya saat kita sedang membaca buku elektrik di handpone terlalu lama. Itu dapat menyebabkan mata kita menjadi rusak. Selain itu teknologi juga dapat digunakan untuk membuat informasi yang tidak benar/hoax. Contoh lainnya teknologi dapat dimanfaatkan untuk alat penipuan. 


Rabu, 17 September 2025

Siapakah aku?


Halo nama saya Adrian Aryasatya Ventura kalian bisa panggil aku Arya. Saya lahir di Bandung tanggal 12 bulan September tahun 2011. Saat ini saya masih berusia 14 tahun. Saya adalah seorang siswa SMP Santa Maria Bandung kelas 9. 

          
 Saya sangat senang sekolah disini karena lingkungannya yang nyaman dan asik. Kegiatan saya sehari hari adalah sekolah. Saya mengikuti eskul futsal dan pramuka di sekolah. Kegiatan itu sangat seru karena futsal bisa menyehatkan badan dan pramuka bisa menumbuhkan rasa kepemimpinan serta tanggung jawab. 

         

Saya adalah anak yang bersemangat, suka mencoba hal-hal baru, dan selalu ingin belajar lebih baik setiap harinya. Di sekolah, saya senang bertemu dengan guru dan teman-teman yang selalu memberikan dukungan serta suasana belajar yang nyaman.

            Selain itu, saya juga ingin terus mengembangkan diri agar bisa menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi orang lain. Harapan saya, saya bisa meraih cita-cita di masa depan dan membuat orang tua saya bangga.